Penyesalan

alkisah ada seorang anak muda yang hidup dengan penuh kesenanganya

si anak muda ini tidak mau mendengarkan nasihat dari orang tuanya.

orang tuanya sudah kehilangan kesabaran, karena setiap kali memberikan masukan selalu saja dibantah.

pada suatu hari, ayahnya memberi tahu kepada dia bahwa nenek sedang dalam keadaan kritis. tetapi karena keangkuhanya si anak muda ini tidak peduli akan kabar yang diberitahukan kepadanya. dengan lantang dia berkata kepada ayahnya “aku tidak bisa menjengguknya hari ini, aku akan mengunjunginya mungkin 2hari lagi”.

si ayah tetap sabar menanggapi sikap putranya. waktu terus berjalan hari berganti malam, tiba-tiba telp rumah berdering,kring…kring…si ayah datang segera menjawab ” halo selamat malam!”,

suara seorang pria separuh baya terdengar pelan “maaf bapak, saya hendak memberitahu bahwa ibu anda telah meninggal dunia malam ini!”,

si ayah tetap tabah menerima kondisi ini dia harus kehilangan ibunda tercintanya..malam itu juga seluruh keluarga berangkat menuju rumah nenek, kecuali si anak muda tadi. karena dia sedang tidak ada dirumah.

ketika pagi hari dia pulang ke rumah, betapa terkejutnya dia melihat rumah yang biasanya ramai, sekarang sepi seluruh pintu terkunci. “Ada apa gerangan?”tanya si pemuda dalam hatinya.

setelah terpaku di depan rumah beberapa menit, kemudian datang tetangga nya sebelah rumah menghampiri dan berkata bahwa “seluruh keluaragamu pergi keluar kota tadi malam, katanya mendapatkan kabar bahwa nenek mu telah meninggal dunia”.

seperti ditikam sebuah balok besar, perasaan pemuda itu tiba-tiba menjadi rapuh, tidak seperti penampilan yang biasanya dia tunjukan kepada orang lain, terutama keluarganya.

dia segera memasuki rumah setelah mendapatkan kunci dari tetangganya tadi, di dalam rumah dia hanya bisa menyendiri, menangis, dan menyesali,sebab neneknya adalah salah seorang yang sangat menyayangi dia, ketika masih kecil nenek dan si anak muda ini begitu dekat, mereka memiliki pengalaman-pengalaman dan cerita masa lalu yang indah, namun kini si anak muda itu hanya bisa berkata :

” Seandainya aku….

seandainya..

seandainya…

seandainya dulu aku memberikan sesuatu kepada nenekku, setidaknya itu akan menghiburkan hatinya untuk tetap gembira meskipun kesehatan membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi

seandainya hari itu, aku mendengarkan nasihat ayahku untuk mengunjungi nenek, berarti aku punya kesempatan melihatnya hidup hingga hari terakhir..

———————————-*****———————————————

“kesempatan mungkin tidak datang untuk kedua kalinya, jadi selama ada kesempatan pergunakanlah itu,kesempatan untuk menyatakan kasih kepada isteri, suami, atau anak-anak kita, teman, sahabat, tetangga, kesempatan untuk berbuat kebaikan bagi oran lain. pergunakanlah kesempatan itu sebelum anda dan saya nantinya akan menyesalinya”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.